Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo, Yustinus Sembiring menyerahkan hasil survei IPM 2019 kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana. (andalas/robert tarigan)

Kabanjahe-andalas Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karo mengalami peningkatan dari segi harapan hidup, dan juga kesehatan. Menanggapi hal ini, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH terus melakukan kampanye Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) sesuai Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat sebagai dasar pembangunan kesehatan.

Hal itu terungkap ketika Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo, Yustinus Sembiring menyerahkan hasil survei IPM tahun 2019 kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kamis (02/07/2020) di ruang Karo Command Center Kantor Bupati, Jalan Letjen Djamin Ginting Kabanjahe.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengatakan capaian positif ini semakin memotivasi dan melecut kita akan terus berbenah dan meningkatkannya lagi agar di tahun berikutnya, ada perubahan lebih baik lagi, sesuai indikator dalam menentukan IPM, membangkitkan gairah perekonomian masyarakat.

Bicara puas dan tidak puas, pasti Pemkab Karo merasa puas, alasannya prestasi pencapaian grafik IPM naik, tentu ini semakin memotivasi kita lagi, apalagi dalam situasi masa pandemi Covid-19, sangat butuh aksi nyata mendukung program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan, kesehatan dan lainnya ini salah satu indikator mudah mudahan di tahun 2020 ada kenaikan IPM.

Pembangunan kesehatan sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang telah mencapai hasil yang menggembirakan. “Pembangunan kesehatan kita telah berkontribusi dalam pembangunan manusia dan usia harapan hidup,”imbuh Terkelin Brahmana.

Sebelumnya Kepala BPS Yustinus Sembiring, memaparkan, Indeks Pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Karo terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan meningkatnya lndeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2019, IPM Kabupaten Karo telah mencapai 74,25 persen, angka IPM tersebut meningkat sebesar 0,34 poin atau tumbuh sebesar 0,46 persen dibandingkan IPM tahun 2018 sebesar 73,91 persen.

Turut hadir Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi MSi, Kepala BPKPAD Andreasta Tarigan, Kepala Inspektur Philemon Brahmana SH, Kabid Bapeda Hasyim Siregar.
Selanjutnya, peningkatan IPM bagi bayi yang Iahir di Kabupaten Karo pada tahun 2019 memillki harapan untuk dapat hidup hingga mencapai umur 71,27 tahun, Iebih lama 0,30 tahun dibandingkan dengan mereka yang Iahir tahun sebelumnya.

Di lain sisi lagi, sambung Yustinus, bagi anak-anak yang pada tahun 2019 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 12,75 tahun, (Diploma l), Iebih lama 0,02 tahun dibandingkan dengan yang berumur sama pada tahun 2018. "Namun, bagi kalangan penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9,62 tahun (kelas IX), Iebih lama 0,07 tahun dibandingkan tahun sebelumnya,"katanya.

Untuk itu hasil catatan BPS Kabupaten Karo tahun 2019, masyarakat Kabupaten Karo dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar Rp12,474 juta per/tahun, meningkat 107 ribu rupiah dibandingkan pengeluaran tahun sebelumnya, ada secara signifikan peningkatan ke arah yang lebih baik."Secara umum dapat disimpulkan untuk IPM Kabupaten Karo terus mengalami kemajuan, periode 2015-2019,"sebutnya. (RTA)

Sumber: http://harianandalas.com